Quantcast
  • Partner links

  • Ide Kecilku Untuk Berkah Besar Bagi PLN-ku

    Sekitar tahun 89-an, usia saya waktu itu masih 10 tahunan namun masih teringat jelas ketika saya bersusah payah menyalakan lampu petromak yang digunakan kakek saya untuk menerangi ruang tengah dan lampu templok atau ceplik dalam bahasa Jawa (Tegal) untuk ruang kamar. Hal itu saya rasakan seolah sempit dan terbatas sekali pandangan mata jika malam tiba. Karena hanya gelap, apalagi jika bulan tidak muncul.

    Namun tidak lama setelah itu, kata bapak saya yang kebetulan ikut hadir dalam undangan rapat di kantor Balai Desa bahwa sebentar lagi akan dilakukan pemasangan listrik ke desa oleh PLN. PLN yang dilambangkan dengan tanda petir nampak sangat menyeramkan dalam benak saya kala itu karena menimbulkan hal yang berbahaya dan sesuatu yang menakutkan, karena selama ini yang saya dengar dari cerita bahwa listrik bisa membuat orang tersengat atau menimbulkan bahaya kebakaran.

    PLN

    Selang sekitar satu bulan setelah sosialisasi dan informasi mengenai akan dilakukannya penyambungan listrik tersebut, tibalah hari pemasangan dan penyambungan di tiap-tiap rumah warga desa, dimana sebelumnya telah didatangkan beberapa peralatan dan material-material instalasi listrik tersebut.

    Ternyata apa yang saya fikirkan selama ini mengenai listrik berbeda jauh dan bahkan saya rasakan sungguh luar biasa manfaatnya. Dulu, untuk keluar rumah saja rasanya malas apalagi ketika musin hujan tiba, kalau tidak terlalu penting sekali orang akan malas untuk keluar rumah. Ini menjadikan desa tempat tinggal saya terliat sepi dan menyeramkan ketika matahari sudah tenggelam. Dan satu lagi pemandangan yang sering saya jumpai di pekarangan rumah bekas-bekas batu battery yang berserakan yang digunakan oleh orang-orang untuk mengisi senter, mereka memanfaatkan senter tersebut untuk penerangan apabila hendak bepergian di malam hari sekedar untuk berkunjung ke rumah tetangga atau ke masjid.Hmm..saya piker ini menjadi persoalan baru karena limbah dari batu battery ini termasuk dalam limbah. Dan masih banyak lagi cerita-cerita kecil saya ketika listrik belum masuk ke desa.

    Mungkin itu sebuah cerita dari jutaan kisah yang bisa diungkapkan oleh seseorang ketika pertama kali energi listrik ini akan disambungkan pertama kali di daerah atau wilayah tempat tinggal kita berada. Ini juga akan menjadi keinginan dan impian sudara-saudara kita lainya yang masih belum tersentuh oleh sambungan listrik PLN, semoga segera terealisasikan.

    Dan setelah sekian puluh tahun sumber energi listrik ini dikembangkan dan telah mengalami beberapa kali perubahan baik dari institusi yang pengelola, metode hingga teknologi yang dikembangkan ternyata masih banyak belum cukup dan harus terus memberikan kontribusi kepada para pelanggannya.

    Hal ini dapat diambil suatu motto yaitu “continue Improvement”dimana tiada henti pengembangan dan innovasi karena perasaan puas akan menimbulkan kejenuhan dan akhirnya dari innovasi dan prestasi.

    Dari main factor yang sampai saat sering dialami, dirasakan dan didengar dalam pembahasan obrolan dan forum diskusi melalui offline ataupun online adalah mengenai sistem pelayanan Pemasangan Baru. Banyak cerita yang memberikan kesan bahkan citra buruk kepada PLN, dari mulai pungutan yang tidak jelas, pelayanan yang lambat dan masih banyak lagi keluhan-keluhan yang sering saya jumpai di mailing list ataupun forum diskusi online.

    Peningkatan Sistem Pelayanan Pemasangan Baru, Cegah Fenomena ‘Wani Piro’

    Ada banyak keluhan yang dialami oleh pihak pelanggan baru yang hendak melakukan pemasangan atau sambungan listrik baru. Kebanyakan dari mereka adalah adanya permintaan uang tambahan oleh petugas yang mengaku dirinya dari pihak PLN di luar biaya yang telah dibayarkan di Kantor PLN. Pada kenyataan ini dijadikan oknum tertentu dari pihak kontraktor atau mungkin dari pihakk pegawai PLN sendiri untuk mengambil kesempatan karena ketidaktahuan masyarakat mengenai teknis dan administrasi pemasangan baru.

    Siapa yang berani bayar lebih tinggi maka proses pemasangan listrik baru akan lebih cepat dilayani dibandingkan dengan masyarakat yang hanya membayar sesuai standar tarif pesangan baru.

    Saya teringat dulu ketika masih berumur, ketika pemerintah menggalakkan program KB (Keluarga Berencana) dimana dilakukan penyuluhan hingga ke desa-desa terpencil dengan menggunakan media mobil berjalan disertai dengan layar monitor besar. Dan metode itu sangatlah efektif dan terbukti karena hingga saat ini saya masih teringat kegiatan tersebut.

    Dengan e-PLN Blusukan di sana masyarakat dapat secara langsung berinterkasi dengan pihak-pihak pejabat dan petugas PLN, mengadukan pelanggaran-pelanggaran, keluhan-keluhan atas jasa layanan dan sebagainya.

    Bermodal hal tersebut, kenapa tidak untuk dicoba kembali dengan pengembangan dan kolaborasi yang saat ini sedang booming yaitu “e-blusukan” melalui sistem jaringan internet. Dimana PLN melalui program penyuluhan dan sosialisasi hal-hal baru dan sekaligus dapat langsung berinteraksi dengan masyarakat tentang program, kinerja dan informasi-informasi baru tentang energy listrik di Indonesia menggunakan kendaraan mobil berjalan dilengkapi dengan layar monitor besar ‘bak layar tancap’. Dengan e-PLN Blusukan di sana masyarakat dapat secara langsung berinterkasi dengan pihak-pihak pejabat dan petugas PLN, mengadukan pelanggaran-pelanggaran, keluhan-keluhan atas jasa layanan dan sebagainya.

    blogdetik Semoga ide kecil ini dapat memberikan kontribusi yang besar bagi peningkatan mutu pelayanan, keterjangkauan listrik pada masyarakat hingga mencapai hasil akhir kepuasan pelanggan “Customer Satisfaction”.

    Sebagai bagian dari anak bangsa yang tidak terpisahkan dalam membantu dan ikut serta mengembangkan kemajuan  energy listrik, meski tidak harus bekerja di instansi PLN kita harus memiliki semangat dan dorongan walaupun hanya sekedar memberikan masukan atau bisa dibilang ide kecil dari sekian banyak tantangan makro yang dihadapi oleh PLN.  Melalui media opini blog detik semoga bisa meringankan persoalan dan tantangan baru PLN dimasa depan..Amien.

    Maju tak gentar membela terus PLN ku!!!, dan merupakan harga mati bagi kita bangsa Indonesia untuk merdeka dan dapat listrik dari Sabang hingga Merauke tanpa disusupi hal-hal yang berbau KKN. Selamat Ulang Tahun ke 69 PLN-ku.Error processing request

    Leave a Reply

     

     

     

    You can use these HTML tags

    <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>