Quantcast
  • Partner links

  • Transaksi Perdagangan (Term Trade) di Bidang Export-Import

    Dalam melakukan bisnis perdagangan lintas batas (ekspor-Impor) dan domestik, yang sangat perlu diperhatikan adalah jenis bisnis yang akan dipilih atau dalam arti kata yang lebih spesifik adalah jenis perdagangan dari sisi transaksi. Ini akan mempengaruhi kepentingan masing-masing perusahaan antara pembeli dan penjual. Perjanjian transaksi yang harus diambil sesuai dengan kondisi kedua belah pihak, di mana satu pihak akan mempertimbangkan dari sisi biaya.

    Hal ini sangatlah penting bagi perusahaan terutama dalam merencanakan dan melakukan forecasting. termasuk dalam kategori Supply chain, dimana perencanaan dan kalkulasi dalam bisnis perdagangan perlu dilakukan strategi yang tepat guna menghindari pemborosan atau waste dari sisi biaya (expense).

    Selain kepastian dalam menentukan jenis pembayaran bisnis ekspor-impor sangat penting, karena ini akan menentukan jenis layanan yang disediakan ketika pengguna menggunakan pelayanan penitipan anak (kurir) atau transportasi forwarder logistik. Dalam diskusi ini, saya akan berbagi sedikit tentang beberapa jenis sisi pola transaksi perdagangan / bisnis. Berikut adalah beberapa meja menurut kategori transaksi dalam Perjanjian ini harus diambil:

    Keterangan :

    Jenis Perdagangan : EXW (Ex-Works)
    Cara membaca tabel :
    Jenis perdagangan Ex-works, yang artinya suatu jenis perdagangan yang disepakati oleh kedua belah pihak dimana  pihak penjual (seller/shipper) akan meng-cover segala biaya yang muncul berupa biaya penyimpanan gudang di negara asal, biaya tanaga kerja gudang penyimpanan, biaya pengemasan (packing), biaya bongkar muat, biaya transportasi (trucking) sementara pihak pembeli (buyer) akan meng-cover segala biaya yang muncul berupa biaya THC (terminal handling charge), EMKL/forwarder , bongkar kapal, air/sea freight, destination charge, pajak (bea masuk dan PDRI), Customs clearance hingga biaya pengiriman (trucking)

    Istilah perdagangan adalah serangkaian istilah penjualan internasional (international commerce terms) yang diterbitkan oleh Kamar Dagang (ICC – International Commerce term) dan banyak digunakan dalam transaksi komersial internasional. Akun ini diterima dan disepakati oleh pemerintah, otoritas peradilan dan di seluruh dunia untuk interpretasi yang lebih praktisi sehingga menjadi istilah yang paling umum digunakan dalam perdagangan internasional. Hal ini menghilangkan ketidakpastian yang timbul dari perbedaan interpretasi istilah-istilah tersebut di berbagai negara. Ruang lingkup dari pengklasifikasian jenis perdagangan ini terbatas pada pertanyaan mengenai hak dan kewajiban para pihak dalam kontrak penjualan untuk pengiriman barang yang diperdagangakan. ketentuan ini digunakan untuk menentukan biaya transaksi dan memberikan kejelasan mengenai tanggung jawab antara pembeli dan penjual sehingga mencerminkan praktek transportasi state-of-the-art. Ketentuan ini juga sangat berhubungan erat dengan Konvensi PBB tentang Kontrak untuk Penjualan Barang Internasional. Versi pertama diperkenalkan pada tahun 1936 dan yang terakhir pada tahun  2000.

    Incoterms atau International Commercial Term adalah kumpulan istilah yang dibuat untuk menyamakan pengertian antara penjual dan pembeli dalam perdagangan internasional. Incoterms menjelaskan hak dan kewajiban pembeli dna penjual yang berhubungan dengan pengiriman barang. Hal-hal yang dijelaskan meliputi proses pengiriman barang, penanggung jawab proses ekspor-import, penanggung biaya yang timbul dan penangggung risiko bila terjadi perubahan kondisi barnag yang terjadi akibat proses pengiriman.

    Incoterms dikeluarkan oleh Kamar Dagang Internasional atau International Chamber of Commerce (CC), versi terakhir yang digunakan pada tanggal 1 januari 2000 disebut sebagai Incoterms 2000.Incoterms 2000 dikeluarkan dalam Bahasa Inggris sebagai bahasa resmi dan 31 bahasa lain sebagai terjemahan resmi.

    Dalam ketentuan tabel term perdagangan ini dikelompokkan dalam beberapa Group, yaitu :

    1. Group E – Departure
    2. Group F – Main carriage unpaid
    3. Group C – Main carriage paid
    4. Group D – Arrival

    ——————————————————————————————————————————————————————————————————

    1. Group E – Departure

    EXW (Ex Works)
    Penjual menawarkan barang di tempat mereka. Pembeli bertanggung jawab untuk semua biaya.
    Jenis perdagangan ini menitikberatkan tanggung jawab utama pada pembeli dan kewajiban yang tidak menekan pada penjual. Istilah perdagangan ini sering digunakan ketika  hendak menentukan atau melakukan inisialisasi perkiraan harga dalam penjualan barang yang tidak termasuk dalam kategori biaya (expenses). EXW berarti bahwa penjual memiliki barang yang siap untuk dijual di tempat asal – destination  (dari sisi pekerjaan, pabrik dan gudang) sesuai dengan kesepakatan. Pembeli membayar semua biaya transportasi dan juga menanggung risiko untuk membawa barang ke tujuan akhirnya.

    2. Group F- Main carriage unpaid

    FCA (Free Carriage)
    Pihak penjual mengelola segala komoditas barang yang akan dikirim, melakukan clearance ekspor hingga sampai pada proses pemuatan barang (sesuai moda transportasinya). Jenis perdagangan ini cocok untuk semua moda transportasi yang termasuk kendaraan laut, udara, darat (rel & jalan raya). Istilah lain dari FCA adalah “freight collect term” yang menggunakan jalur pengiriman laut berupa kontainer, baik LCL (Less thank Container Load) maupun FCL (Full Container Load).

    FAS (Free Alongside Ship)
    Pihak penjual harus menempatkan komoditas barang ekspornya sampai kapal hingga melakukan proses Customs Clearance.  Jenis transaksi perdagangan ini hanya cocok untuk shipment laut saja tetapi tidak untuk multimoda shipment laut jenis kontainer. Term ini umumnya digunakan untuk barang-barang “heavy lift” atau “curah”.

    FOB (Free On Board)
    Pihak penjual bertanggung jawab atas komoditas barang, resiko  serta biaya yang muncul hingga sampai pelabuhan muat sementara pihak pembeli (buyer) menunjuk agent perusahaan transportasi (forwarder) dalam proses shipment tersebut. Pihak penjual juga melakukan Customs Clearance. Pihak pembeli memberitahukan kepada pihak penjual mengenai detail kapal dan pelabuhan muat dimana tidak ada kaitannya atau berhubungan dengan ketentuan perusahaan jasa forwarder yang ditunjuk tersebut. term FOB tidak termasuk dalam kategori air transport.

    3. Group C- Main carriage Paid

    CFR or CNF (Nama Pelabuhan Tujuan) – Cost and Freight
    pihak penjual bertanggung jawab atas biaya dan ongkos angkut (freight) atas komoditas barang hingga sampai pelabuhan tujuan. Namun, risiko yang muncul tersebut ditanggung oleh pihak pembeli setelah barang  dilakukan pengiriman dan tidak termasuk asuransi.

    CIF (Nama Pelabuhan Tujuan)– Cost, Insurance and Freight
    Sama halnya dengan CFR, pihakapal berangkat dari pelabuhan keberangkatan ditk menanggung biaya sampai kapal yang memuat barang merapat di pelabuhan tujuan, namun tanggung jawab hanya sampai saat kapal berangkat dari pelabuhan keberangkatan ditambah pihak penjual wajib membayar asuransi untuk barang yang dikirim. Hanya berlaku untuk moda transportasi udara.

    CPT (Nama Tempat Tujuan)– Carriage Paid To
    Pihak penjual menanggung biaya sampai barang tiba di tempat tujuan, namun tanggung jawab hanya samapi saat barang diserahkan kepada pihak pengangkut.

    CIP ((Nama Tempat Tujuan)– Carriage and Insurance Paid (To)
    Pihak penjual menanggung biaya sampai barang tiba di tempat tujuan, namun tanggung jawab hanya sampi saat barang diserahkan kepada pihak pengangkut. Selain itu pihak penjual wajib membayar asuransi untuk barang yang dikirim.

    4. Group D- Arrival

    DAF (Nama Tempat)– Delivered At Frontier
    Pihak penjual mengurus ijin ekspor dan bertanggung jawab sampai barang tiba di perbatasan negara tujuan. Process Customs Clearance dan ijin impor menjadi tanggung jawab pihak pembeli.

    DES  (Nama Pelabuhan Tujuan)– Delivered Ex Ship
    Pihak penjual bertanggung jawab sampai sarana pengangkut (kapal) yang membawa barang merapat di pelabuhan tujuan dan untuk dibongkar. Ijin impor menjadi tanggung jawab pihak pembeli. Jenis transaksi ini hanya berlaku untuk transportasi udara.

    DEQ (Nama Pelabuhan Tujuan) – Delivered Ex Quay
    Pihak penjual bertanggung jawab smapai kapal yang membawa barang merapat di pelabuhan tujuan dan barang telah dibongkar dan disimpan di dermaga. Ijin impor menjadi tanggung jawab pihak pembeli. Jenis transaksi ini hanya berlaku untuk transportasi udara.

    DDU (Nama Tempat Tujuan) – Delivered Duty Unpaid
    Pihak penjual bertanggung jawab mengantar barang sampai di tempat tujuan, namun tidak termasuk biaya asuransi dan biaya lain yang mungkin muncul sebagai biaya impor, cukai dan pajak dari negara pihak pembeli. Ijin impor menjadi tanggung jawab pihak pembeli.

    DDP (Nama Tempat Tujuan) – Delivered Duty Paid
    Pihak penjual bertanggung jawab mengantar barang sampai di tempat tujuan, termasuk biaya asuransi dan semua biaya lain yang mungkin muncul sebagai biaya impor, cukai dan pajak dari negara pihak pembeli. Ijin impor menjadi tanggung jawab pihak penjual.

    —o00o—

    Kesimpulan dari beberapa uraian penjelasan tersebut di atas dapat diilustrasikan dalam bentuk gambar berikut, dimana mekanisme pengiriman komoditas dilihat dari sisi transaksi perdagangannya:

    Sumber gambar Incoterm 2000 : wikipedia.org

    Error processing request

    10 comments to Transaksi Perdagangan (Term Trade) di Bidang Export-Import

    • Saiful

      Uraian nya sangat jelas dan mudah dimengerti

      • Dear Admin,

        Hello salam kenal.
        bpk/ibu , saya ingin menanyakan bgm syarat LC dari importer bila dengan kondisi penyerahan barang EXW oleh exporter ?
        bila barang diambil sendiri oleh forwarder tunjukan dari importer, apakah exporter mendapatkan B/L, jumlah barang cuman 300 kg, buyer menggunakan LCL atau cargo laut ? atau dokumen apa yang bisa dijadikan landasan untuk pencairan LC oleh exporter bila kondisi nya EXW ?

        mohon pencerahannya

        salam
        susanto

        • admin

          Bapak Susanto,
          Terima kasih sebelumnya sudah mampir di blog ini.

          Pada dasarnya sistem transaksi dengan menggunakan media pembayaran L/C diistilahkan sebagai “credit per document”. Dalam berbagai kondisi term perdagangan apapun tidak ada persyaratan, yang terpenting adalah document pendukung dalam kondisi “clean” – tidak ada discrepancy.
          Karena pertimbangan LC pada saat pencairan di bank melihat 3 kondisi ini :
          1. doc dengan LC (harus sesuai)
          2. document dengan document itu sendri (konsisten atau tidak)
          3. terdaftar melalui ISBP (international standard banking practice).
          Mengenai B/L, Exporter pasti akan menerima original B/L dikarenakan document tersebut digunakan dan dijadikan dasar dalam proses pembayaran atau trasaksi di bank exporter walaupun dalam jumlah yang sedikit kecuali disepakati adanya proses transaksi FOC (Free on Charge) atau NCV (Non Commercial Value).
          Mengenai landasan pencairan L/C, seperti yang sudah dijelaskan di atas dasarnya adalah document export-Import itu sendiri, seperti :
          - CI/PL (Commercial Invoice dan Packing list)
          - B/L atau AWL
          - dan document pendukung lain bila diperlukan (White list, Certificate of compliance, White note dll)
          dengan catatan bahwa semua doument tersebut dalam kondisi “CLEAN”.

          Demikian kurang lebihnya,
          Thanks

    • lidya

      mohon tanya , bagaimana details atau penjabaran masing masing tentang Group D :
      DAF – Delivered At Frontier

      DES – Delivered Ex Ship

      DEQ – Delivered Ex Quay

      terimakasih banyak ..

      • admin

        Maaf mba Lidya, lama balasnya.
        Untuk penjelasan Group D sudah dilengkapi, terima kasih atas masukannya.
        Silahkan untuk dilihat dan semoga dapat berguna dan membantu…

    • aksis

      Masih aktifkah ?.. Ada yng ingin saya tanyakan ..
      Terimakasih.

    • Elfy Ruwaiza

      Apa yang dimaksud delivery door 12710

    • Alderd FL

      Mohon pencerahan tentang pengiriman barang (export) LCL apakah ada ketentuan yang mengikat tentang besarnya biaya konsolidasi yang ditanggung oleh 2 exportir apabila stuffing dilakukan di gudang konsolidasi (gudang forwarding). Terima kasih

    Leave a Reply

     

     

     

    You can use these HTML tags

    <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>